Tampilkan postingan dengan label Animasi23D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animasi23D. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2020

BAB 1. Prinsip Dasar Pembuatan Animasi

BAB 1. Prinsip Dasar Pembuatan Animasi

RANGKUMAN

Prinsip dasar pembuatan animasi :

12 Prinsip Animasi


01. Squash and stretch
Prinsip dasar yang sangat populer ini terbilang paling penting dari 12 prinsip yang ada. Squash dan stretch digunakan untuk menampilkan efek gravitasi, bobot, massa dan fleksibilitas.

02. Anticipation
Anticipation membantu mengajak penonton agar penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Teknik ini juga membantu animasi agar terlihat lebih realistis.

03. Staging
Staging berkaitan erat dengan komposisi dalam hal menentukan point of interest. Walaupun tidak bergerak, obyek yang perlu mendapatkan perhatian utama harus ditampilkan secara jelas.

04. Straight ahead action and pose to pose
Straight ahead action dan pose to pose merupakan 2 teknik penyajian animasi gambar tangan yang bisa digunakan terpisah atau digabungkan. Straight ahead membutuhkan proses menggambar dari awal hingga akhir secara berkelanjutan, sementara pose to pose merupakan teknik menggambar frame awal dan akhir, kemudian dilanjutkan dengan mengisi frame-freame di antaranya.

05. Follow through and overlapping action
Follow through and overlapping action digunakan untuk menunjukkan bahwa tidak semua bagian dari obyek akan berhenti pada waktu yang sama.

06. Slow in and slow out
Menambahkan sejumlah frame tambahan akan mampu menampilkan perubahan kecepatan yang lebih realistis. Pada software animasi teknik ini biasa dikenal dengan istilah ease in dan ease out.

07. Arc
Mengikuti hukum fisika, pada umumnya obyek membentuk kurva dalam proses bergeraknya. Hal ini biasa diterapkan untuk menampilkan pergerakan yang lebih alami dan halus.

08. Secondary action
Secondary action biasa digunakan untuk mempertegas pergerakan yang dilakukan oleh sebuah obyek. Contoh yang paling umum terlihat adalah berjalan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

09. Timing
Timing digunakan untuk mengkomunikasikan karakteristik dari obyek yang bergerak, hal ini juga berkaitan dengan hukum fisika. Sebagai contoh, proses dan kecepatan jatuhnya bola karet akan berbeda dengan jatuhnya kotak kayu.

10. Exaggeration
Terlalu realistis pun dapat membuat animasi terlihat kaku, untuk itu Anda dapat menambahkan pergerakan yang dapat membuatnya terlihat lebih dinamis dan menarik.

11. Solid drawing
Dalam animasi 2 dimensi, kemampuan mwnyajikan obyek secara jelas dan konsisten, mulai dari perspektif, anatomi, bobot dan volume, hingga cahaya dan bayangan.

12. Appeal
Appeal dapat dibangun melalui pergerakan yang unik untuk masing-masing obyek dan karakter sehingga kesemuanya memiliki personality yang khas. Hal ini akan membantu dalam menyajikan cerita yang ingin disampaikan melalui animasi itu sendiri.

Perhatikan Contoh Ilustrasi Dibawah ini.



Minggu, 29 Maret 2020

BAB 9 - Pengenalan Sketsa rancangan & Model 3D (Part 1)

BAB 9 - Pengenalan Sketsa rancangan & Model 3D (Part 1)

A. Pengertian Sketsa

Tiga dimensi merupakan sebuah konsep pembuatan model yang memiliki bentuk, volume, dan ruang. Gambar 3D tentunya dapat dilihat dari tiga sudut pandang atau perspektif. tiga sudut pandang tersebut adalah atas atau bawah, depan atau belakang, serta samping kiri atau samping kanan. kegunaan dari animasi 3D diantaranya untuk mempresentasikan sebuah tampilan visual yang menyerupai aslinya. menambahkan efek-efek visual, serta produksi film.

Makna dari animasi 3D itu sendiri adalah suatu penciptaan gambar atau objek yang bisa digerakkan dalam tiga arah secara digital. sama halnya dengan animasi 2D, yang setiap pergerakan objek ditandai dengan sebuah notasi yang disebut dengan frame, hal tersebut juga berlaku pada animasi 3D. oleh karena itu, seuah gambar atau obyek yang memiliki lebih dari satu gerakan disebut frame by frame.

Animasi merupakan cara yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan yang mungkin mustahil untuk diperlihatkan secara nyata. Oleh karena itu, kehadiran animasi sangat bermanfaat untuk menggambarkan karakter yang unik, berkreasi yang tidak terbatas, dan dapat mengekspresikan segala yang diinginkan.

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang model dan animasi 3D, sebaiknya anda mempelajari terlebih dahulu pembuatan sketsa rancangan objek 3D. Pembuatan sketsa rancangan objek 3D ini sangatlah penting untuk dipelajari karena dengan memahami sketsa, pemahaman konsep pembuatan model 3D akan lebih mudah. Dalam merancangan sketsa 3D, anda harus mengetahui area gelap dan terang dari sebuah objek. Area gelap adalah area yang tidak mendapatkan cahaya, sedangkan area terang adalah area yang berhadapan langsung dengan sumber cahaya.

Dikatakan area gelap bukan hanya karena tidak mendapatkan cahaya, tetapi bisa juga karena cahaya terhalang sisi lain atau objek lain disekitarnya. dengan kasus seperti ini, area gelap disebut juga dengan bayangan atau shadow. teknik peletakan bayang yang benar akan membuat gambar tau objek terlihat realistis.

Sketsa merupakan sebuah gambaran sederhana yang mengilustrasikan segala hal yang ada di pikiran. Bahkan sering kali sketsa dijadikan sebuhah rancangan dalam mengemukakan sebuah rencana. sketsa lahir dari goresan-goresan berbentuk garis yang umumnya hanya berupa gambar kasar dan sangat sederhana. sketsa menjadi bagian penting untuk dilakukan karena sketsa dapat menimalkan kesalahan yang mungkin terjadi.
Sumber : arielsyahril.blogspot.com
Lain halnya dengan objek 3D, yaitu sketsa yang menjadi rancangan objek harus memperlihatkan area gelap yang menjadi bayangan (shadow). seperti pada pembuatan sketsa pada umumnya, yaitu area gelap sebagai bayangan (shadow) diperlihatkan melalui goresan dengan memnggunakan teknik arsir. Teknik arsir adalah teknik goresan atau garis-garis yang dibuat sejajar dan berulang sehingga memperlihatkan efek tertentu. Efek yang dimaksud dapat berupa bayangan, tekstur, jarak dan dimensi.

B. Sketsa adalah Media

Sketsa merupakan sebuah media disaat seseorang ingin menuangkan ide dan gagasan yang ada dipikirannya. Siapa pun akan merasa lebih mudah menyampikan hal yang ada di pikirannya melalui sketsa, yaitu dengan menggambarkan sesuatu. hal yang digunakan adalah alat tulis dan kertas atua kanvas sebagai medianya, bahkan sering kali seseorang membuat sketsa pada media seadanya.

isi atau konten pada sketsa tidak lebih dari garis, titik, bidang, warna, dan bentuk sebagai unsur-unsurnya. sketsa hanyalah gambar sederhana yang tidak selesai karenamemenag fungsinya hanya sebagi media untuk menjelaskan maksud disamping juga sebagi faktor yang dapat menimalkan kesalahan seperti yang telah dijelaskan, yaitu untuk mempertajam atau menekankan dari unsur tertentu, seperti tema dan fokus.

Sketsa meerupakan sebuah gambaran sederhana yang mengilustrasikan segala hal yang ada di pikiran. bahkan, sering kali sketsa dijadikan sebuah rancangan dalam mengemukakan sebuah rencana.

LATIHAN SOAL 1

Dipelajari dan pahami sebelum mengerjakan.


C. Unsur Dasar Sketsa

Untuk mengetahui konsep dalam membuat sketsa rancangan objek 3D, anda harus terlebih dahulu mengetahui unsur dasar sebuah gambar atau sketsa yang terdiri atas titik, garis, bidang, dan bentuk tersebut. titik merupakan unsur yang paling dasar dalam sebuah gambar. sesunan titik-titik tersebut akan membentuk sebuah garis yang selanjutnya akan melahirkan bidang dan bentuk yang diinginkan.

1. Garis
dalam membuat sebuah garis, bukan hanya bentuk yang dapat di capai, namun tingkat kepekatan atau ketebalan garis yang bisa juga ditentukan. tingkat ketebalan garis hanya tergantung pada penekanan alat tulis yang digunakan, dalam hal ini pensil pada kertas atau kanvas. pengaturan tingkat ketipisan dan ketebalan garis disesuaikan dengan konsep dasar pembuatan sketsa agar seluruh makna yang terkandung dalam sketsa dapat dipahami secara mudah oleh siapapun. contohnya garis lurus yang memberikan kesan kaku dan keras, garis lengkung yang menimbulkan kesan lembut, serta garis spiral yang menimbulkan kesan elastis dan lentur.


2. Bidang
bidang akan terbentuk dari sebuah garis ketika kedua ujungnya saling bertautan atau bertemu. bidang yang dihasilkan tersebut hanya berbentuk dua dimensi saja. contoh dari bidang 2 dimensi tersebut diantaranya seperti gambar dibawah ini.

3. Bentuk
Susunan beberapa bidang yang salng bertemu akan menjadi sebuah bentuk. dalam sketsa rancangan objek 3D, bidang yang harus dibuat minimal tersusun dari tiga bidang. beberapa objek dasar 3D yang dikenal, diantaranya kubus, silender, segitiga, dan bola (sphere)

D. Konsep Dasar Sketsa Rancangan Objek 3D

akan dimuat segera...

Jumat, 07 Februari 2020

BAB 9 - Pengenalan Sketsa (Pendahuluan)

BAB 9 - Pengenalan Sketsa (Pendahuluan)

Menggambar sketsa adalah latihan menggambar kerangka kasar atau rancangan kasar dari sebuah karya seni yang tuntas. Menggambar sketsa dapat berfungsi sebagai persiapan bagi karya seni yang besar, atau sekadar untuk memahami penampakan dari sesuatu. Baik Anda ingin menggambar sketsa untuk iseng-iseng maupun untuk sebuah proyek, Anda dapat melakukannya dengan lebih nyaman jika sudah mempelajari teknik yang tepat.

A. Dasar-dasar dalam proses pembuatan



1. Beli alat-alat yang tepat. Sama dengan seni apa pun, menggambar sketsa dengan alat bermutu rendah adalah hal yang sulit dilakukan, bahkan sebenarnya bersifat tabu. Anda dapat menemukan alat-alat menggambar sketsa yang benar di toko seni rupa atau toko hasta karya di sekitar Anda. Tanpa menghabiskan banyak uang, Anda sudah dapat membeli alat-alat yang baik, termasuk:
Pensil H. Pensil H adalah pensil paling keras dan digunakan untuk membuat garis tipis, garis lurus, dan garis yang tidak berbaur pada sketsa. Pensil ini paling sering digunakan pada sketsa arsitektur dan sketsa bisnis. Belilah beberapa macam pensil H, termasuk 6H, 4H, dan 2H (6H paling keras, 2H paling lunak).
Pensil B. Pensil B adalah pensil paling lunak, dan digunakan untuk membuat garis gosok atau garis kabur dan untuk membuat bayangan pada sketsa Anda. Jenis pensil ini menjadi kesukaan banyak seniman. Belilah beberapa macam pensil B, termasuk 6B, 4B, dan 2B (6B paling lunak, 2B paling keras).
Kertas Fine Art. Membuat sketsa pada kertas biasa memang mudah, tetapi kertas biasa tipis dan tidak bisa menahan pensil dengan baik. Gunakan kertas Fine Art, yang punya sedikit tekstur, agar Anda merasakan pengalaman menggambar termudah dan mendapatkan hasil menggambar terbaik secara keseluruhan.


2. Pilih objek. Bagi pemula, cara termudah adalah menggambar sketsa dari model atau sosok yang ada di dunia nyata, daripada menggunakan imajinasi Anda untuk menciptakan suatu gambar. Cari sosok yang Anda sukai, atau cari benda atau orang di sekitar Anda untuk digambar. Pelajari objek gambar selama beberapa menit sebelum Anda mulai menggambar sketsanya. Perhatikan hal-hal ini:
Cari sumber cahaya. Penempatan sumber cahaya utama akan menentukan di mana Anda menggambar paling tipis dan di mana Anda menggambar paling tebal.
Perhatikan gerakan-gerakan yang ada. Baik gerakan sungguhan dari objek hidup atau gerakan semu dari sebuah sosok, menentukan gerakan pada objek Anda akan menentukan bentuk atau arah yang Anda buat pada garis-garis yang Anda tarik.
Amati bentuk-bentuk primer. Setiap objek terdiri dari kombinasi bentuk-bentuk dasar (bujur sangkar, lingkaran, segitiga, dll.). Tentukan bentuk-bentuk yang mendasari objek Anda, lalu buat bentuk-bentuk itu terlebih dahulu pada sketsa Anda.


3. Jangan menggambar dengan terlalu keras. Sketsa berfungsi sebagai dasar atau kerangka bagi gambar. Jadi, ketika Anda mulai menggambar sketsa, gerakkan tangan Anda dengan ringan dan cepat untuk membuat garis-garis pendek. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah menguji beberapa cara menggambar sketsa benda tertentu serta menghapus kesalahan.


4. Cobalah menggambar cepat. Menggambar cepat adalah membuat sketsa tanpa henti dan dengan garis-garis tak terputus untuk menggambar objek Anda, tanpa pernah memeriksa kertas Anda. Walaupun terdengar sulit, menggambar cepat akan membuat Anda memahami bentuk-bentuk dasar pada gambar Anda, dan membuatkan dasar bagi gambar akhir Anda. Saat menggambar cepat, Anda hanya menatap objek Anda dan menggerakkan tangan Anda di kertas. Sebisa mungkin jangan mengangkat pensil Anda dan jangan membuat garis yang tumpeng-tindih. Anda bisa memeriksanya dan menghapus garis-garis yang tidak diperlukan dan menyempurnakan sketsa Anda belakangan.

Menggambar cepat akan membawa dampak yang baik bagi karya sketsa Anda.

Tips
  1. Tajamkan pensil Anda. Pensil yang tajam bagus untuk menggambar detail yang halus.
  2. Anda dapat memeriksa hasil sketsa Anda untuk menggelapkan beberapa titik sebagai bayangan atau penegasan.
  3. Berlatihlah. Cobalah menggambar sketsa dari berbagai hal. Tidak usah khawatir apakah sketsa Anda terlihat bagus atau tidak, terutama pada awalnya. Jangan takut untuk bereksperimen atau sekadar corat-coret.
  4. Jangan terburu-buru. Garis-garis yang pendek dan tipis akan menghasilkan sketsa yang rapi dan sesuai skala.
  5. Buatlah diri Anda nyaman. Duduklah dengan posisi yang baik agar Anda bisa menggambar lebih lama.
  6. Menebalkan sketsa Anda dengan drawing pen, spidol warna gelap, atau pensil warna gelap bisa membuat sketsa Anda terlihat nyata, sekalipun objeknya semu. Kami biasanya menebalkan sketsa dengan brushpen hitam tipis atau brushpen hitam biasa.
  7. Untuk mempercantik sketsa Anda, coba tambahkan garis-garis tipis dari beberapa pensil warna terang.
  8. Biarkan gambar Anda mewujud sendiri dan jangan memaksakannya!
  9. Penghapus uli bagus untuk menghapus titik-titik kecil.
  10. Kalau Anda ingin menyimpan sketsa Anda di komputer, coba gunakan pemindai.
  11. Pertahankan objek pada posisi yang bisa Anda lihat dengan nyaman. Kegiatan Anda menjadi lebih mudah.
  12. Selalu pegang penghapus karet. Terlihat sangat menyeni apabila Anda menggunakan jari Anda untuk perlahan menggosok bagian tertentu pada sketsa Anda untuk membuat tekstur. Semoga sukses dengan sketsa Anda!

Peringatan
  1. Pensil lunak mudah menimbulkan noda. Ketika tidak Anda gunakan, simpan pensil semacam ini di dalam wadah plastik atau kantong untuk melindungi barang-barang Anda.
  2. Menggambar di tempat dengan penerangan buruk membuat mata lelah. Pastikan Anda menggambar di tempat dengan penerangan dan luas yang cukup.

Hal yang Anda Butuhkan
  • Kertas kosong
  • Sesuatu untuk digambar
  • Pensil HB
  • Pensil 6B
  • Tangan yang bersih
  • Penghapus uli
  • Penerangan
  • Fiksatif aerosol (tersedia di toko alat seni)
Sumber : https://id.wikihow.com/Menggambar-Sketsa

Tugas 1 - Sketsa Rancangan 3D

Selamat mengerjakan dan jangan lupa di pahami...